Mahasiswa ITS Membantu Penerapan Prokes Lewat Handphone kamera Canggih

ITS Membantu Penerapan Prokes Lewat Handphone - Sedang berlangsungnya endemi Covid- 19 di Indonesia mendesak regu mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember( ITS) buat menggagas kamera pintar berplatform Internet of Things( Iot). Kamera ini sanggup menolong berjalannya aplikasi physical distancing sekalian aturan kesehatan( prokes) berbentuk pemakaian masker.


Include( Intelligent Camera System for Physical Distancing), begitu julukan kamera buah pikiran regu INO- G ITS ini dapat mengetahui jarak dampingi orang sekalian pemakaian masker. Regu yang terdiri dari Singgih Ardiansyah( Unit Metode Pc), Raul Ilma Rajasa( Unit Metode Informatika), Arum Puspa Arianto( Metode Elektro Otomasi), serta Ajaran Ajaran Eko Prasetyo( Metode Elektro) ini berhasi membuat bentuk kamera yang dihubungkan dengan speaker.

Pimpinan Regu, Singgih Ardiansyah menarangkan kalau kamera Include diintegrasikan dengan pengeras suara dalam sesuatu boks yang diucap boks Include. Boks Include ini dihubungkan dalam suatu server alhasil dapat mengerjakan informasi buat mengenali terdapatnya gejala pelanggaran.“ Kita menggunakan library dari phyton buat menganalisa terdapatnya pelanggaran,” tuturnya.

Metode kerjanya mudah, lanjut Singgih, kala kamera Include mengetahui orang, hingga hendak diproses oleh server. Berikutnya server mengembalikan informasi berbentuk terdapat tidaknya pelanggaran prokes yang terjalin.

Di dikala kamera mengetahui ada 2 ataupun lebih orang bersebelahan dalam jarak kurang dari satu m, hingga pengeras suara hendak bertugas. Perihal yang serupa pula bertugas untuk pelanggaran pemakaian masker.“ Pengeras suara dari boks hendak menegaskan pelanggar buat menaati prokes,” ucapnya.

Ada pula regu INO- G menghasilkan aplikasi bonus yang tersambung dengan boks Include bernama Include app buat menolong kemampuan boks Include. Include app ini cuma dapat dijangkau oleh aparat yang terletak di alun- alun.

Esoknya, kala pelanggaran prokes berjalan sepanjang lebih dari satu menit, sistem hendak menghubungi aparat lewat pemberitahuan pada Include app supaya penindaklanjutan pelanggaran dapat dicoba.“ Aparat hendak dengan cara langsung menegaskan pelanggar,” ucapnya.

Terdapatnya koordinasi antara boks Include dengan aparat yang memantau aplikasi memastikan anak muda kelahiran Purbalingga ini hendak keefektifannya. Dirinya yakin kalau 99 persen orang hendak menaati prokes sehabis diberi peringatan, bagus lewat pengeras suara dari boks Include ataupun aparat dengan cara langsung.“ Ini pula mempermudah profesi aparat ataupun pengawas, dan lebih berdaya guna serta efisien,” cetusnya. 

Baca juga : Jenazah Ini Menjadi Babi Hitam Karena Melakukan Perkara Ini Saat Di Dunia

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama